Pemimpin itu tentang Kepedulian
Masyarakat hidup berdasarkan keinginan dan kebutuhannya hingga tidak menyadari bahwa ada hak yang telah diambil dari individu atau golongan lain. Hal ini berlangsung terus menerus. Menyebabkan adanya ketimpangan di tengah masyarakat. Ini menjadi penyakit yang dibiarkan. Mengorogoti seluruh sendi kehidupan bermasyarakat dan beragama. Masyarakat lupa bahwa kemerdekaan Indonesia dari penjajah bukanlah hadiah tapi dibayar dengan tumpah darah para pahlawan.
Apakah ini akan kita biarkan terus menerus?
Atau akankah kita maju bersama untuk mendamaikan kedua sisi kehidupan yang tak seimbang ini?
Jawabnya adalah IYA. Ayo maju bersama hari ini, esok dan yang akan datang. Kita sejahterakan masyarakat Indonesia dengan gemilang sekali lagi, dua kali, tiga kali.
Bangkitkan kepedulian yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pemimpin. Kami menuju kesana.
Ikrar kami, 26 Agustus 2022, akan menjadi pemimpin tersebut.
Komentar
Posting Komentar